Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan

Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan

by Ari Subiakto

Browse books you can read free on Readfeed

No club is reading this yet — be the first to start one

Start a club free
About
Ulama adalah yang mewarisi para nabi. Mereka tak hanya bertanggung jawab untuk menjaga umat Islam agar tetap berada di jalan yang lurus dengan dakwahnya, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjaga kemuliaan agama dengan menegakkan jihad. Dakwah dan jihad adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab para ulama. Karena kedua tanggung jawab itulah, para ulama memiliki posisi dan peranan yang sangat penting dan strategis di tengah-tengah umat. Pada masa damai, para ulama berperan sebagai pendakwah yang senantiasa memberi peringatan dan nasihat kebaikan, atau sebagai pendidik yang cermat mengajarkan ilmu dan pengetahuan kepada umat. Namun, di kala keselamatan negeri dan umat mendapatkan ancaman dari para penjajah, maka para ulamalah yang maju lebih dulu untuk menyerukan jihad, bertransformasi menjadi pejuang atau panglima perang. Ada seabrek teladan dari “dwifungsi ulama” semacam itu. Dari zaman Nabi Muhammad Saw hingga Indonesia merdeka, ribuan ulama pejuang mudah kita susun daftarnya. Mereka senantiasa berada di garda terdepan perjuangan. Dalam buku ini disajikan biografi ringkas nan apik dari para ulama yang mewakili benua dan negara yang berbeda, bahkan dari periode waktu yang tidak persis sezaman. Namun, keempatnya memiliki kesamaan, mereka cermat mendidik umat sekaligus gagah mengusir penjajah. Kesungguhan dan metode mereka yang sistematis dalam membina umat, selaras dan konsisten dengan kegigihan mereka di medan perjuangan. Ada Tuanku Imam Bonjol dari Minangkabau (Nusantara) melawan penjajahan Belanda. Ada Imam Shamil dari Pegunungan Kaukasus (Asia Tengah dan Eropa Timur) melawan hegemoni Tsar Rusia. Ada Syaikh Omar Mukhtar dari Libya (Afrika) melawan fasisme Italia. Terakhir, ada Syaikh Abdullah Yusuf Azzam, seorang ulama Palestina yang gigih berjuang melawan penjajahan Komunisme Uni Soviet di Afghanistan. Ikhtiar ini belumlah cukup, keempat contoh belumlah memadai. Namun, ditulisnya buku ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus cermin bagi umat Islam, termasuk para ulama saat ini, untuk meneladani semangat dan perjuangan mereka dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

Discuss Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan with other readers

Join or start a book club for Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan on Readfeed. Live chat, shared reading progress, and AI discussion questions — free to get started.

Frequently asked questions

How do I join a book club for Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan?

Sign up free on Readfeed, then browse public clubs or start your own club with Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan as the current read. Invite friends with a share link and discuss together with live chat and AI discussion questions.

Can I discuss Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan with other readers online?

Yes. Readfeed book clubs let you chat live, share progress, and join discussions about Ulama-Ulama di Garda Depan Perjuangan with readers worldwide — whether your club is virtual, in-person, or hybrid.

Is Readfeed free?

Yes. Creating an account and joining book clubs is free. Sign up to find readers who love the same books and start discussing today.