Sang Penyelamat Republik

Sang Penyelamat Republik

by Sriyanto

Browse books you can read free on Readfeed

No club is reading this yet — be the first to start one

Start a club free
About
“Tanpa langkah berani Sjafruddin membentuk dan memimpin PDRI, bisa dipastikan riwayat Republik Indonesia hanya berlangsung singkat dari 17 Agustus 1945 sampai 19 Desember 1948.” (Dr. A.M. Fatwa, Ketua DPD RI) “Berbicara tentang Sjafruddin Prawiranegara, tidak bisa tidak bicara tentang dua hal: PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) dan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). PDRI membuktikan dengan jelas jasa Sjafruddin menyelamatkan Republik Indonesia yang pemimpinnya sudah ditawan oleh Belanda. Sedangkan PRRI haruslah dilihat sebagai usaha menyelamatkan RI yang terancam oleh komunisme. PRRI bukanlah gerakan separatis yang ingin memisahkan diri dari Republik Indonesia, melainkan gerakan alternatif untuk menyelamatkan Indonesia”. Prof. Dr. Salim Said (pakar ilmu politik) Ketika Mr. Sjafruddin Prawiranegara menyelamatkan Republik Indonesia dengan langkah pembentukan PDRI-nya, banyak orang memperdebatkan apakah Sjafruddin bertindak sebagai “Ketua PDRI” atau “Presiden PDRI”. Wakil Presiden Hatta dalam Memoar-nya tetap menyebutnya: “Sang Presiden Darurat”, walau sebenarnya Sjafruddin tak pernah mempersoalkannya. Sjafruddin pernah berucap di markas gerilyanya di Padang Jepang bahwa “Tak pernah mimpi untuk mencari pangkat dan jabatan, di hadapan hanya terbayang perjuangan menyelamatkan Republik bermodalkan kejujuran dan pengorbanan.” Sebagai seorang pribadi, Sjafruddin Prawiranegara dikenal sebagai sosok yang jujur dan berintegritas tinggi. “Never tainted by corruption and with a reputation for honesty, forthrightness, and solid integrity, he emerged in the 1970s and 1980s as one of the most courageous and respected critics of the Suharto government.” (Prof. George McT. Kahin, Guru Besar Sejarah dan Ilmu Politik di Cornell University Amerika Serikat) Seluruh waktu dan langkah kehidupan Sjafruddin dipersembahkan untuk Allah Ta’ala dan dakwah. Karena, sebagaimana ucapannya, dakwah itu “tak mungkin bisa dilepaskan dari soal-soal politik, soal-soal kenegaraan.” “Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan almarhum Sjafruddin Prawiranegara, selain kata: Istiqamah!”. (Mohammad Natsir Pahlawan Nasional)

Discuss Sang Penyelamat Republik with other readers

Join or start a book club for Sang Penyelamat Republik on Readfeed. Live chat, shared reading progress, and AI discussion questions — free to get started.

Frequently asked questions

How do I join a book club for Sang Penyelamat Republik?

Sign up free on Readfeed, then browse public clubs or start your own club with Sang Penyelamat Republik as the current read. Invite friends with a share link and discuss together with live chat and AI discussion questions.

Can I discuss Sang Penyelamat Republik with other readers online?

Yes. Readfeed book clubs let you chat live, share progress, and join discussions about Sang Penyelamat Republik with readers worldwide — whether your club is virtual, in-person, or hybrid.

Is Readfeed free?

Yes. Creating an account and joining book clubs is free. Sign up to find readers who love the same books and start discussing today.